PERUBAHAN PENJUALAN TIKET MANUAL PT.KAI KE PENJUALAN BERBASIS ONLINE (E-COMMERCE) Part 2

Hasi dan Pembahasan

Hasil
Perubahan sistem yang dilakukan oleh manajemen PT. KAI untuk penjualan tiket dan pencetakan tiket secara mandiri dilakukan dengan sangat tepat sehingga hasil yang didapatkan dengan perubahan sistem yang sebelumnya menjadi sistem e-ticketing (e-commerce) sangat membantu manajemen PT. KAI karena penjualan tiket semakin effisien dan semakin meningkat tajam, Karen atiket dapat dipesan secara online maksimal kurang dari 90 hari sebelum keberangkata.
Penggunaan e-commerce pada tiket kereta api yang dilakukan oleh PT. KAI memberikan kemudahan terhadap pelanggan. E-commerce juga meningkatkan pembelian tiket, sehingga pengelolaan tiket juga menjadi lebih mudah dan cepat.
Sistem baru dengan adanya penjualan online mngurangi secara signifikan penumpukan antrian untuk penjualan tiket dan pembatalan tiket kereta api. Dengan adana cetak mandiri pada setiap stasiun juga memberikan kefectifan yang lebih kepada customer sehingga pengguna kereta api dapat langsung mencetak tiket dengan mudah tanpa harus mengantri pada setiap loket pembayaran.
Dampak yang ditimbulkan dengan adanya perubahan sistem pada PT. KAI adalah
1. Penjualan tiket kereta dapat dilaukan dengan cepat dan lebih banyak.
2. Pemesanan dapat dilakukan pada waktu 90 hari sebelum kberangkatan.
3. Audit keuangan yang lebih mudah.
4. Terciptanya mode transportasi darat yang nyaman, aman, dan tepat waktu.
Pembahasan

Sistem sebelum e-commerce RTS (rail Ticket System) pada T.KAI
Perubahan manajemen yang menjadikan manajemen perkereta apian Indonesia menjadi lebih baik dengan adanya perubahan sistem yang ada. Pada era sebelumnya, sistem yang digunakan hanya mencangkup admin atau karyawan PT. KAI yang mengkases sistem tersebut. Sehingga penumpang atau pembeli harus menggunakan input manual denga menggunakan form yang telah disediakan oleh PT.KAI. Form yang berisi kolom-kolom identitas penumpang kereta api dan berisi jenis kereta api yang diinginkan. Kemudian form tersebut diserahkan kepada admin untuk dimasukan kedalam sistem pemeanan tiket yang dikelola oleh admin sediri. Sehingga aktu yang dibutuhkan untuk melakukan pemesanan tiket kereta api semakin lama dan berakibat menumpuknya antrean pembeli tiket baik itu pembelian secara langsung maupun pembelian untuk keberangkatan tertentu.
Sistem yang dahulu, dikelola oleh admin dari PT.KAI sendiri sehingga karyawan jua harus menyesuaikan dan mendapatkan pelatihan yang cukup lama. Untuk sistem lama keret api tidak memungkinkan seseorng untuk memilih bangku tempat duduk yang diinginkan. Sehingga keinginan penumpang tidak bisa disesuaikan dengan keinginan penumpang kereta api.